Aplikasi dapat diakses melalui https://pub.nuris.id/akreditasi atau https://apc.nuris.id/akreditasi
| No | Tabel | Judul | Halaman Sumber |
| 1 | Tabel 1 | Unsur Pemeriksaan Pemenuhan Kriteria Minimum Jurnal Ilmiah | Hal. 7–8 |
| 2 | Tabel 2 | Unsur Penilaian dan Bobot Penilaian | Hal. 8–9 |
| 3 | Tabel 3 | Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah | Hal. 9 |
| 4 | Tabel 4 | Penilaian Unsur (A) Konsistensi Identitas Jurnal Ilmiah | Hal. 11 |
| 5 | Tabel 5 | Penilaian Unsur (B) Tata Kelola dan Keberagaman Jurnal Ilmiah | Hal. 16–19 |
| 6 | Tabel 6 | Penilaian Unsur (C) Kelengkapan Laman Jurnal Ilmiah | Hal. 22–24 |
| 7 | Tabel 7 | Penilaian Unsur (D) Keberkalaan Penerbitan Jurnal Ilmiah | Hal. 25–26 |
| 8 | Tabel 8 | Penilaian Unsur (E) Penyebarluasan Jurnal Ilmiah | Hal. 28–29 |
| 9 | Tabel 9 | Penilaian Unsur (F) Mutu Artikel (Substansi) | Hal. 33–36 |
| 10 | Tabel 10 | Penilaian Unsur (G) Gaya Penulisan dan Penyuntingan Artikel | Hal. 41–43 |
| 11 | Tabel 11 | Disinsentif pada Penilaian Akreditasi Jurnal Ilmiah | Hal. 46–47 |
Tabel 1. Unsur Pemeriksaan Pemenuhan Kriteria Minimum Jurnal Ilmiah
| No | Tahap | Parameter | Unsur Penilaian | Halaman |
| 1 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan nama dan laman jurnal | Validitas laman jurnal | 7 |
| 2 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan nama dan laman jurnal | Validitas nama jurnal sesuai ISSN | 7 |
| 3 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan nama dan laman jurnal | Validitas penerbit jurnal sesuai ISSN | 7 |
| 4 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan usulan | Kesesuaian jenis dan waktu usulan | 7 |
| 5 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan frekuensi dan keberkalaan | Kesesuaian frekuensi terbitan | 7 |
| 6 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan frekuensi dan keberkalaan | Keberkalaan jurnal tiga tahun terakhir | 7 |
| 7 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan frekuensi dan keberkalaan | Pencantuman peringkat dan masa berlaku | 7 |
| 8 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan kelengkapan laman jurnal | Laman etika publikasi | 8 |
| 9 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan kelengkapan laman jurnal | Laman biaya pemrosesan artikel | 8 |
| 10 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan kelengkapan laman jurnal | Ketersediaan pengenal objek digital (DOI) aktif | 8 |
| 11 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan kelengkapan laman jurnal | Ketersediaan Teks Penuh pada setiap artikel | 8 |
| 12 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan Keberagaman Afiliasi Editor dan Mitra Bestari | Kecukupan keberagaman afiliasi tim Editor | 8 |
| 13 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan Keberagaman Afiliasi Editor dan Mitra Bestari | Kecukupan keberagaman afiliasi Mitra Bestari (reviewer) | 8 |
| 14 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan Kredensial | Validitas username dan password | 8 |
| 15 | Pemeriksaan Awal | Pemeriksaan Kredensial | Ketersediaan kredensial / peran Editor | 8 |
| 1 | Pemeriksaan Kelayakan | Kecukupan Penelaahan Artikel oleh Mitra Bestari | Pemeriksaan bahwa setiap artikel yang diterbitkan jurnal telah melalui penelaahan oleh Mitra Bestari | 8 |
| 2 | Pemeriksaan Kelayakan | Pemeriksaan Validitas dan Integritas Penerbit | Pemeriksaan rekam jejak dan kepatuhan terhadap etika publikasi, etika penerbitan, dan integritas akademik | 8 |
Tabel 2. Unsur Penilaian dan Bobot Penilaian
| Kode | Unsur Penilaian | Bobot Tata Kelola | Bobot Mutu Artikel |
| A | Konsistensi Identitas Jurnal | 2 | – |
| B | Tata Kelola Jurnal Ilmiah dan Keberagaman Mitra Bestari/ Editor/ Penulis | 22 | – |
| C | Kelengkapan Laman Jurnal Ilmiah | 7 | – |
| D | Keberkalaan Penerbitan Jurnal Ilmiah | 3 | – |
| E | Penyebarluasan Jurnal Ilmiah | 12 | – |
| F | Mutu Artikel (Substansi) | – | 34 |
| G | Gaya Penulisan dan Penyuntingan Artikel | – | 20 |
| Jumlah Nilai | 46 | 54 | |
| Nilai Total Akreditasi | 100 |
Tabel 3. Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah
| Peringkat Akreditasi Jurnal Ilmiah | Nilai Total Akreditasi |
| Terakreditasi Peringkat 1 (Satu) | 90 ≤ n ≤ 100 |
| Terakreditasi Peringkat 2 (Dua) | 80 ≤ n < 90 |
| Terakreditasi Peringkat 3 (Tiga) | 70 ≤ n < 80 |
| Terakreditasi Peringkat 4 (Empat) | 60 ≤ n < 70 |
| Tidak Terakreditasi | n < 60 |
Tabel 4. Penilaian Unsur (A) Konsistensi Identitas Jurnal Ilmiah
| Kode | Sub-unsur | Opsi | Indikator | Nilai |
| A | Konsistensi Identitas Jurnal Ilmiah | a. | Unik dan/atau spesifik sehingga mencerminkan super spesialisasi atau spesialisasi disiplin ilmu tertentu dan konsisten identitas jurnal di laman jurnal, di metadata artikel, dan di judul sirahan galley PDF. | 2 |
| A | Konsistensi Identitas Jurnal Ilmiah | b. | Kurang unik dan/atau kurang spesifik dan berkaitan dengan bidang ilmu yang meluas dan kurang konsisten identitas jurnal di laman jurnal, di metadata artikel, dan di judul sirahan galley PDF. | 1 |
| A | Konsistensi Identitas Jurnal Ilmiah | c. | Tidak unik, serupa dengan jurnal lainnya, dan/atau mengandung nama lembaga/institusi lokal dan/atau tidak sesuai dengan yang terdaftar di ISSN. | 0 |
Tabel 5. Penilaian Unsur (B) Tata Kelola dan Keberagaman Jurnal Ilmiah
| Kode | Sub-unsur | Opsi | Indikator | Nilai |
| B.1 | Komposisi, Rekam Jejak Publikasi, dan Keberagaman Asal Mitra Bestari/ Peer-Reviewer | a. | Melibatkan secara aktif Mitra Bestari/ Peer-Reviewer yang mempunyai rekam jejak publikasi internasional 3 tahun terakhir dan berasal dari 5 negara atau lebih dan jumlah penelaah pada setiap naskah minimal 3 orang dan disertai bukti telaah. | 6 |
| B.1 | Komposisi, Rekam Jejak Publikasi, dan Keberagaman Asal Mitra Bestari/ Peer-Reviewer | b. | Melibatkan secara aktif Mitra Bestari/ Peer-Reviewer yang mempunyai rekam jejak publikasi internasional 3 tahun terakhir dan berasal dari minimal 6 institusi dari 3 negara atau 8 institusi, dan jumlah penelaah pada setiap naskah minimal 2 orang dan disertai bukti telaah. | 4 |
| B.1 | Komposisi, Rekam Jejak Publikasi, dan Keberagaman Asal Mitra Bestari/ Peer-Reviewer | c. | Melibatkan secara aktif Mitra Bestari/ Peer-Reviewer yang mempunyai rekam jejak publikasi minimal nasional 3 tahun terakhir dan berasal minimal 6 institusi dan jumlah penelaah pada setiap naskah minimal 2 orang dan disertai bukti telaah. | 2 |
| B.1 | Komposisi, Rekam Jejak Publikasi, dan Keberagaman Asal Mitra Bestari/ Peer-Reviewer | d. | Melibatkan secara aktif Mitra Bestari/ Peer-Reviewer yang mempunyai rekam jejak publikasi minimal nasional 3 tahun terakhir dan berasal dari minimal 4 institusi dan jumlah penelaah pada setiap naskah minimal 2 orang dan disertai bukti telaah. | 1 |
| B.1 | Komposisi, Rekam Jejak Publikasi, dan Keberagaman Asal Mitra Bestari/ Peer-Reviewer | e. | Tidak melibatkan Mitra Bestari/ Peer-Reviewer secara aktif dalam proses penelaahan naskah, dan/atau tidak dapat menunjukkan bukti telaah substantif atas artikel yang diterbitkan. | 0 |
| B.2 | Mutu Penyuntingan Substansi oleh Mitra Bestari/ Peer-Reviewer | a. | Mutu penyuntingan artikel baik sekali. Mitra Bestari secara ketat menilai manuskrip, memberikan catatan dan saran perbaikan secara substantif dan signifikan, sehingga mutu isi artikel jurnal terjaga (3 tahun terakhir). | 4 |
| B.2 | Mutu Penyuntingan Substansi oleh Mitra Bestari/ Peer-Reviewer | b. | Mutu penyuntingan artikel kurang baik. Mitra Bestari kurang memberikan catatan saran perbaikan secara substantif dan tidak signifikan (3 tahun terakhir). | 2 |
| B.2 | Mutu Penyuntingan Substansi oleh Mitra Bestari/ Peer-Reviewer | c. | Mutu penyuntingan artikel tidak baik. Mitra Bestari hanya memberikan catatan terkait tata bahasa dan tata letak (layout) (3 tahun terakhir). | 0 |
| B.3 | Pelibatan, Komposisi, Rekam Jejak Publikasi, dan Keberagaman Asal Tim Penyunting/Tim Editor/ Editorial Board | a. | Melibatkan secara aktif Tim Penyunting/Tim Editor/ Editorial Board dan mempunyai rekam jejak publikasi internasional 3 tahun terakhir dan berasal dari 5 atau lebih negara dan disertai bukti aktivitasnya. | 5 |
| B.3 | Pelibatan, Komposisi, Rekam Jejak Publikasi, dan Keberagaman Asal Tim Penyunting/Tim Editor/ Editorial Board | b. | Melibatkan secara aktif Tim Penyunting/Tim Editor/ Editorial Board dan mempunyai rekam jejak publikasi internasional 3 tahun terakhir dan berasal dari minimal 2 negara atau 6 institusi dan disertai bukti aktivitasnya. | 3 |
| B.3 | Pelibatan, Komposisi, Rekam Jejak Publikasi, dan Keberagaman Asal Tim Penyunting/Tim Editor/ Editorial Board | c. | Melibatkan secara aktif Tim Penyunting/Tim Editor/ Editorial Board dan mempunyai rekam jejak publikasi nasional 3 tahun terakhir dan berasal dari minimal 4 institusi dan disertai bukti aktivitasnya. | 2 |
| B.3 | Pelibatan, Komposisi, Rekam Jejak Publikasi, dan Keberagaman Asal Tim Penyunting/Tim Editor/ Editorial Board | d. | Melibatkan secara aktif Tim Penyunting/Tim Editor/ Editorial Board dan mempunyai rekam jejak publikasi nasional 3 tahun terakhir dan berasal dari 2 institusi dan disertai bukti aktivitasnya. | 1 |
| B.4 | Keberagaman Asal Penulis | a. | Keberagaman asal penulis dari 5 negara atau lebih (per nomor terbitan dalam 3 tahun terakhir). | 6 |
| B.4 | Keberagaman Asal Penulis | b. | Keberagaman asal penulis minimal dari 2 negara atau 8 institusi (per nomor terbitan dalam 3 tahun terakhir). | 4 |
| B.4 | Keberagaman Asal Penulis | c. | Keberagaman asal penulis minimal dari 4 institusi (per nomor terbitan dalam 3 tahun terakhir). | 2 |
| B.4 | Keberagaman Asal Penulis | d. | Keberagaman asal penulis minimal dari 2 institusi (per nomor terbitan dalam 3 tahun terakhir). | 1 |
| B.4 | Keberagaman Asal Penulis | e. | Keberagaman asal penulis hanya dari 1 institusi (per nomor terbitan dalam 3 tahun terakhir). | 0 |
| B.5 | Pengelolaan Artikel Jurnal Ilmiah | a. | Menggunakan pengelolaan penyuntingan artikel secara sistem manajemen jurnal daring. | 1 |
| B.5 | Pengelolaan Artikel Jurnal Ilmiah | b. | Menggunakan pengelolaan penyuntingan artikel secara kombinasi antara sistem manajemen jurnal daring dan surat elektronik. | 0,5 |
| B.5 | Pengelolaan Artikel Jurnal Ilmiah | c. | Menggunakan pengelolaan penyuntingan artikel melalui surat elektronik saja. | 0 |
Tabel 6. Penilaian Unsur (C) Kelengkapan Laman Jurnal Ilmiah
| Kode | Sub-unsur | Opsi | Indikator | Nilai |
| C.1 | Kejelasan Kebijakan Proses Penelaahan | a. | Kebijakan proses penelaahan sudah menjelaskan secara jelas semua proses peer-review naskah. | 2 |
| C.1 | Kejelasan Kebijakan Proses Penelaahan | b. | Kebijakan proses penelaahan sudah menjelaskan secara jelas sebagian proses peer-review naskah. | 1 |
| C.1 | Kejelasan Kebijakan Proses Penelaahan | c. | Kebijakan proses penelaahan tidak tersedia atau tersedia tetapi tidak menjelaskan prinsip dasar proses peer-review naskah. | 0 |
| C.2 | Kejelasan Petunjuk Penulisan bagi Penulis | a. | Petunjuk penulisan terinci, lengkap, dan jelas secara substantif, sistematis, di laman jurnal maupun di dalam template artikel dan tersedia contoh templat format artikel. | 1 |
| C.2 | Kejelasan Petunjuk Penulisan bagi Penulis | b. | Petunjuk penulisan terinci, lengkap, dan jelas secara substantif, sistematis, di laman jurnal, namun tidak tersedia contoh templat format artikel. | 0,5 |
| C.2 | Kejelasan Petunjuk Penulisan bagi Penulis | c. | Petunjuk penulisan kurang lengkap dan/atau kurang jelas di versi laman jurnal maupun di templat artikel atau ada templat tetapi tidak ada petunjuk penulisan. | 0 |
| C.3 | Kejelasan Penggunaan Kecerdasan Artifisial | a. | Memiliki kebijakan penggunaan AI yang mengatur kewajiban pengungkapan oleh Penulis, batasan penggunaan oleh Tim Editor, dan larangan penggunaan AI oleh Mitra Bestari dalam proses penelaahan naskah. | 1 |
| C.3 | Kejelasan Penggunaan Kecerdasan Artifisial | b. | Kebijakan tersedia, tetapi belum lengkap karena hanya mengatur sebagian ketentuan penggunaan AI. | 0,5 |
| C.3 | Kejelasan Penggunaan Kecerdasan Artifisial | c. | Kebijakan tidak tersedia pada laman jurnal, atau hanya berupa pernyataan umum yang tidak memberikan ketentuan penggunaan AI secara jelas. | 0 |
| C.4 | Kelengkapan Laman Jurnal Ilmiah | a. | Unsur-unsur kelengkapan laman jurnal ilmiah sepenuhnya sesuai (100%) dengan COPE Principles of Transparency and Best Practice in Scholarly Publishing. | 3 |
| C.4 | Kelengkapan Laman Jurnal Ilmiah | b. | Unsur-unsur kelengkapan laman jurnal ilmiah sebagian besar sesuai (lebih dari atau sama dengan 75% dan kurang dari 100%) dengan COPE Principles of Transparency and Best Practice in Scholarly Publishing. | 2 |
| C.4 | Kelengkapan Laman Jurnal Ilmiah | c. | Unsur-unsur kelengkapan laman jurnal ilmiah sebagian sesuai (lebih dari atau sama dengan 50% dan kurang dari 75%) dengan COPE Principles of Transparency and Best Practice in Scholarly Publishing. | 1 |
| C.4 | Kelengkapan Laman Jurnal Ilmiah | d. | Unsur-unsur kelengkapan laman jurnal ilmiah kurang sesuai (kurang dari 50%) dengan COPE Principles of Transparency and Best Practice in Scholarly Publishing. | 0 |
Tabel 7. Penilaian Unsur (D) Keberkalaan Penerbitan Jurnal Ilmiah
| Kode | Sub-unsur | Opsi | Indikator | Nilai |
| D.1 | Jadwal Penerbitan | a. | Menerapkan sistem prapublikasi seperti Article in Press dan/atau Issue in Progress, serta seluruh terbitan sesuai dengan periode yang ditentukan (3 tahun terakhir). | 2 |
| D.1 | Jadwal Penerbitan | b. | Lebih dari 75% terbitan sesuai dengan periode yang ditentukan (3 tahun terakhir). | 1,5 |
| D.1 | Jadwal Penerbitan | c. | Lebih dari 25% sampai dengan 75% terbitan sesuai dengan periode yang ditentukan (3 tahun terakhir). | 1 |
| D.1 | Jadwal Penerbitan | d. | Kurang dari atau sama dengan 25% terbitan sesuai dengan periode yang ditentukan (3 tahun terakhir). | 0,5 |
| D.1 | Jadwal Penerbitan | e. | Menganut konsep penerbitan abstract only dan/atau menyisipkan artikel nomor terbitan sebelumnya (back issue). | 0 |
| D.2 | Sistem Penomoran Volume, Nomor Terbitan, dan Nomor Halaman / Identitas Artikel | a. | Penomoran volume, terbitan dan halaman artikel bersistem baik dan/atau konsisten (3 tahun terakhir). | 1 |
| D.2 | Sistem Penomoran Volume, Nomor Terbitan, dan Nomor Halaman / Identitas Artikel | b. | Penomoran volume, terbitan, dan halaman artikel bersistem cukup baik dan/atau cukup konsisten (3 tahun terakhir). | 0,5 |
| D.2 | Sistem Penomoran Volume, Nomor Terbitan, dan Nomor Halaman / Identitas Artikel | c. | Penomoran volume, terbitan, dan halaman artikel bersistem kurang baik dan/atau kurang konsisten (3 tahun terakhir). | 0 |
Tabel 8. Penilaian Unsur (E) Penyebarluasan Jurnal Ilmiah
| Kode | Sub-unsur | Opsi | Indikator | Nilai |
| E.1 | Dampak Ilmiah (Jumlah Sitasi) | a. | Jumlah sitasi (3 tahun terakhir) adalah lebih dari 25 sitasi terdeteksi berdasarkan basis data pengindeks bereputasi internasional dan/atau lebih dari 75 sitasi terdeteksi berdasarkan basis data DOI. | 6 |
| E.1 | Dampak Ilmiah (Jumlah Sitasi) | b. | Jumlah sitasi (3 tahun terakhir) adalah 20–25 sitasi terdeteksi berdasarkan basis data pengindeks bereputasi internasional dan/atau 31–75 sitasi terdeteksi berdasarkan basis data DOI. | 4 |
| E.1 | Dampak Ilmiah (Jumlah Sitasi) | c. | Jumlah sitasi (3 tahun terakhir) adalah 10–19 sitasi terdeteksi berdasarkan basis data pengindeks bereputasi internasional dan/atau 11–30 sitasi terdeteksi berdasarkan basis data DOI. | 3 |
| E.1 | Dampak Ilmiah (Jumlah Sitasi) | d. | Jumlah sitasi (3 tahun terakhir) adalah 5–9 sitasi terdeteksi berdasarkan basis data pengindeks bereputasi internasional dan/atau 5–10 sitasi terdeteksi berdasarkan basis data DOI. | 2 |
| E.1 | Dampak Ilmiah (Jumlah Sitasi) | e. | Jumlah sitasi (3 tahun terakhir) adalah kurang dari 5 sitasi terdeteksi berdasarkan basis data pengindeks bereputasi internasional dan/atau kurang dari 5 sitasi terdeteksi berdasarkan basis data DOI. | 1 |
| E.1 | Dampak Ilmiah (Jumlah Sitasi) | f. | Jumlah sitasi dalam 3 (tiga) tahun terakhir tidak dapat ditampilkan (3 tahun terakhir). | 0 |
| E.2 | Visibilitas Jurnal Ilmiah | a. | Tercantum dan metadata terindeks di lembaga pengindeks bereputasi internasional. | 6 |
| E.2 | Visibilitas Jurnal Ilmiah | b. | Tercantum tetapi metadata belum terindeks di lembaga pengindeks bereputasi internasional. | 4 |
| E.2 | Visibilitas Jurnal Ilmiah | c. | Tercantum dan metadata terindeks di lembaga pengindeks internasional/nasional bersistem seleksi. | 3 |
| E.2 | Visibilitas Jurnal Ilmiah | d. | Tercantum tetapi metadata belum terindeks di lembaga pengindeks internasional/nasional bersistem seleksi. | 2 |
| E.2 | Visibilitas Jurnal Ilmiah | e. | Tercantum dan metadata terindeks di lembaga pengindeks internasional/nasional tidak bersistem seleksi. | 1 |
Tabel 9. Penilaian Unsur (F) Mutu Artikel (Substansi)
| Kode | Sub-unsur | Opsi | Indikator | Nilai |
| F.1 | Judul Artikel | a. | Lugas dan memuat informasi temuan penting. | 2 |
| F.1 | Judul Artikel | b. | Lugas tetapi kurang memuat informasi temuan penting. | 1 |
| F.1 | Judul Artikel | c. | Tidak lugas dan tidak memuat informasi temuan penting. | 0 |
| F.2 | Abstrak | a. | Abstrak yang jelas dan ringkas dalam Bahasa Inggris, atau Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. | 3 |
| F.2 | Abstrak | b. | Abstrak kurang jelas dan kurang ringkas dalam Bahasa Inggris, atau Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. | 2 |
| F.2 | Abstrak | c. | Abstrak tidak jelas. | 0 |
| F.3 | Kata Kunci | a. | Memuat kata kunci yang mencerminkan konsep penting isi artikel dan memudahkan pencarian oleh mesin pencari. | 1 |
| F.3 | Kata Kunci | b. | Memuat kata kunci tetapi kurang mencerminkan konsep penting isi artikel. | 0,5 |
| F.3 | Kata Kunci | c. | Tidak memuat kata kunci. | 0 |
| F.4 | Kepioniran Ilmiah / Orisinalitas / Kontribusi Kebaruan / Analisis Kesenjangan | a. | Memuat artikel yang berisi karya orisinal dan memberikan kontribusi kebaruan ilmiah sangat tinggi (lengkap memuat state of the art overview riset sebelumnya, justifikasi kontribusi kebaruan / analisis kesenjangan, dan tujuan riset). | 7 |
| F.4 | Kepioniran Ilmiah / Orisinalitas / Kontribusi Kebaruan / Analisis Kesenjangan | b. | Memuat artikel yang berisi karya orisinal dan memberikan kontribusi kebaruan ilmiah tinggi (jika terdapat paling tidak dua hal di antara state of the art overview riset sebelumnya, justifikasi kontribusi kebaruan / analisis kesenjangan, dan/atau tujuan riset). | 5 |
| F.4 | Kepioniran Ilmiah / Orisinalitas / Kontribusi Kebaruan / Analisis Kesenjangan | c. | Memuat artikel yang berisi karya orisinal dan memberikan kontribusi kebaruan ilmiah cukup (jika terdapat salah satu hal di antara state of the art overview riset sebelumnya, justifikasi kontribusi kebaruan / analisis kesenjangan, dan/atau tujuan riset). | 3 |
| F.4 | Kepioniran Ilmiah / Orisinalitas / Kontribusi Kebaruan / Analisis Kesenjangan | d. | Memuat artikel yang berisi karya kurang orisinal dan kurang memberikan kontribusi kebaruan ilmiah atau tidak ada informasi analisis kesenjangan. | 1 |
| F.5 | Analisis dan Sintesis | a. | Sangat baik dan sangat mendalam; mencakup aspek metode penelitian, deskripsi temuan penting, kedalaman interpretasi pembahasan, dan pembandingan hasil temuan dengan periset lainnya — disesuaikan dengan kekhasan bidang keilmuan. | 8 |
| F.5 | Analisis dan Sintesis | b. | Baik dan mendalam, satu dari empat aspek berikut tidak ditemukan: metode penelitian, deskripsi temuan penting, kedalaman interpretasi pembahasan, dan/atau pembandingan hasil temuan dengan periset lainnya — disesuaikan dengan kekhasan bidang keilmuan. | 6 |
| F.5 | Analisis dan Sintesis | c. | Kurang baik dan kurang mendalam; dua dari empat aspek berikut tidak ditemukan: metode penelitian, deskripsi temuan penting, kedalaman interpretasi pembahasan, dan/atau pembandingan hasil temuan dengan periset lainnya — disesuaikan dengan kekhasan bidang keilmuan. | 4 |
| F.5 | Analisis dan Sintesis | d. | Tidak baik dan tidak mendalam; tiga dari empat aspek berikut tidak ditemukan: metode penelitian, deskripsi temuan penting, kedalaman interpretasi pembahasan, dan/atau pembandingan hasil temuan dengan periset lainnya — disesuaikan dengan kekhasan bidang keilmuan. | 1 |
| F.6 | Penyimpulan | a. | Sangat baik dan menjawab tujuan dan/atau memuat implikasi hasil riset. | 5 |
| F.6 | Penyimpulan | b. | Cukup baik dan cukup menjawab tujuan dan/atau memuat implikasi hasil riset. | 3 |
| F.6 | Penyimpulan | c. | Kurang baik dan kurang menjawab tujuan. | 1 |
| F.7 | Nisbah Sumber Acuan Primer berbanding Sumber Lainnya | a. | Lebih dari 80% dari jumlah daftar rujukan dan jumlah rujukan minimal 15. | 3 |
| F.7 | Nisbah Sumber Acuan Primer berbanding Sumber Lainnya | b. | 40–80% dari jumlah daftar rujukan dan jumlah rujukan minimal 15. | 2 |
| F.7 | Nisbah Sumber Acuan Primer berbanding Sumber Lainnya | c. | Kurang dari 40% dari jumlah daftar rujukan dan jumlah rujukan minimal 15. | 1 |
| F.7 | Nisbah Sumber Acuan Primer berbanding Sumber Lainnya | d. | Jumlah rujukan kurang dari 15. | 0,5 |
| F.8 | Derajat Kemutakhiran Pustaka Acuan | a. | Lebih dari 80% dari jumlah daftar rujukan mutakhir. | 3 |
| F.8 | Derajat Kemutakhiran Pustaka Acuan | b. | 40–80% dari jumlah daftar rujukan mutakhir. | 2 |
| F.8 | Derajat Kemutakhiran Pustaka Acuan | c. | Kurang dari 40% dari jumlah daftar rujukan mutakhir. | 1 |
| F.9 | Cakupan Keilmuan | a. | Proporsi artikel yang sesuai dengan fokus dan skop jurnal mencakup seluruh artikel (100%). | 2 |
| F.9 | Cakupan Keilmuan | b. | Proporsi artikel yang sesuai dengan fokus dan skop jurnal mencakup sekurang-kurangnya 90% dan kurang dari 100%. | 1,5 |
| F.9 | Cakupan Keilmuan | c. | Proporsi artikel yang sesuai dengan fokus dan skop jurnal mencakup sekurang-kurangnya 80% dan kurang dari 90%. | 1 |
| F.9 | Cakupan Keilmuan | d. | Proporsi artikel yang sesuai dengan fokus dan skop jurnal mencakup kurang dari 80%. | 0,5 |
Tabel 10. Penilaian Unsur (G) Gaya Penulisan dan Penyuntingan Artikel
| Kode | Sub-unsur | Opsi | Indikator | Nilai |
| G.1 | Kelengkapan Galley/ PDF Artikel yang Diterbitkan | a. | Sangat lengkap, memenuhi 8 (delapan) atau 9 (sembilan) unsur kelengkapan galley. | 3 |
| G.1 | Kelengkapan Galley/ PDF Artikel yang Diterbitkan | b. | Cukup lengkap; memenuhi 6 (enam) atau 7 (tujuh) dari 9 (sembilan) unsur kelengkapan galley. | 2 |
| G.1 | Kelengkapan Galley/ PDF Artikel yang Diterbitkan | c. | Kurang lengkap; memenuhi 4 (empat) atau 5 (lima) dari 9 (sembilan) unsur kelengkapan galley. | 1 |
| G.1 | Kelengkapan Galley/ PDF Artikel yang Diterbitkan | d. | Tidak lengkap; tidak tersedia atau memenuhi 1 (satu) sampai dengan 3 (tiga) dari 9 (sembilan) unsur kelengkapan galley. | 0,5 |
| G.2 | Pencantuman Nama Penulis | a. | Lengkap, benar, dan konsisten antar artikel. | 1 |
| G.2 | Pencantuman Nama Penulis | b. | Lengkap dan benar, tetapi tidak konsisten antar artikel. | 0,5 |
| G.2 | Pencantuman Nama Penulis | c. | Tidak lengkap dan tidak konsisten. | 0 |
| G.3 | Sistematika Penulisan Artikel | a. | Lengkap, bersistem baik, dan konsisten antar artikel dan antar terbitan. | 2 |
| G.3 | Sistematika Penulisan Artikel | b. | Lengkap, bersistem baik, tetapi tidak konsisten antar artikel dan antar terbitan. | 1 |
| G.3 | Sistematika Penulisan Artikel | c. | Kurang lengkap, kurang bersistem baik, tetapi konsisten antar artikel antar terbitan. | 0,5 |
| G.3 | Sistematika Penulisan Artikel | d. | Kurang lengkap, kurang bersistem baik dan tidak konsisten antar artikel antar terbitan. | 0 |
| G.4 | Pemanfaatan Instrumen Pendukung | a. | Pemanfaatan instrumen pendukung efektif dan komplementer. | 4 |
| G.4 | Pemanfaatan Instrumen Pendukung | b. | Pemanfaatan instrumen pendukung cukup efektif dan cukup komplementer. | 2 |
| G.4 | Pemanfaatan Instrumen Pendukung | c. | Pemanfaatan instrumen pendukung tidak efektif dan tidak komplementer. | 0 |
| G.5 | Sistem Pengacuan Pustaka di dalam Artikel dan Konsistensi Penulisan Daftar Pustaka | a. | Sistem pengacuan pustaka di dalam artikel baku (sesuai Petunjuk Penulisan untuk Penulis) dan konsisten penulisannya antar artikel (tingkat kesesuaian 100%). | 3 |
| G.5 | Sistem Pengacuan Pustaka di dalam Artikel dan Konsistensi Penulisan Daftar Pustaka | b. | Sistem pengacuan pustaka di dalam artikel cukup baku (cukup sesuai Petunjuk Penulisan untuk Penulis) dan cukup konsisten penulisannya antar artikel (tingkat kesesuaian antara 75% sampai dengan kurang dari 100%). | 2 |
| G.5 | Sistem Pengacuan Pustaka di dalam Artikel dan Konsistensi Penulisan Daftar Pustaka | c. | Sistem pengacuan pustaka di dalam artikel tidak baku dan penulisannya tidak konsisten antar artikel (tingkat kesesuaian kurang dari 75%). | 0 |
| G.6 | Penggunaan Istilah dan Kualitas Kebahasaan | a. | Semua (100%) artikel pada jurnal ilmiah menggunakan istilah baku, dan kualitas kebahasaan baik dan benar. | 4 |
| G.6 | Penggunaan Istilah dan Kualitas Kebahasaan | b. | Sebagian besar (75% sampai kurang dari 100%) artikel pada jurnal ilmiah menggunakan istilah baku, dan kualitas kebahasaan baik dan benar. | 3 |
| G.6 | Penggunaan Istilah dan Kualitas Kebahasaan | c. | Sebagian (50% sampai kurang dari 75%) artikel pada jurnal ilmiah menggunakan istilah baku, namun kebahasaan belum memenuhi kualitas kebahasaan yang baik dan benar, atau sebaliknya. | 1 |
| G.6 | Penggunaan Istilah dan Kualitas Kebahasaan | d. | Sebagian besar artikel berbahasa yang kurang baik dan kurang benar. | 0 |
| G.7 | Mutu Penyuntingan Substansi, Gaya Selingkung, dan Format Tata Letak | a. | Mutu penyuntingan substansi, gaya selingkung, dan format tata letak (layout) artikel sesuai standar artikel ilmiah dan konsisten antar artikel. | 3 |
| G.7 | Mutu Penyuntingan Substansi, Gaya Selingkung, dan Format Tata Letak | b. | Mutu penyuntingan substansi, gaya selingkung, dan format tata letak (layout) artikel sesuai standar artikel ilmiah, namun tidak konsisten antar artikel. | 2 |
| G.7 | Mutu Penyuntingan Substansi, Gaya Selingkung, dan Format Tata Letak | c. | Mutu penyuntingan substansi, gaya selingkung dan format tata letak (layout) artikel kurang sesuai standar artikel ilmiah, dan/atau tidak konsisten antar artikel. | 1 |
Tabel 11. Disinsentif pada Penilaian Akreditasi Jurnal Ilmiah
| Kode | Sub-unsur | Opsi | Indikator | Nilai |
| H.1 | Pelanggaran Integritas Akademik | a. | Terbukti ditemukan memuat lebih dari 3 artikel pada nomor terbitan yang diajukan akreditasi merupakan penyimpangan atau pelanggaran integritas akademik dan tidak ada tindakan koreksi atau retraksi oleh penerbit. | -20 |
| H.1 | Pelanggaran Integritas Akademik | b. | Terbukti ditemukan memuat 2 sampai dengan 3 artikel pada nomor terbitan yang diajukan akreditasi merupakan pelanggaran integritas akademik dan tidak ada tindakan koreksi atau retraksi oleh penerbit. | -15 |
| H.1 | Pelanggaran Integritas Akademik | c. | Terbukti ditemukan memuat 1 artikel pada nomor terbitan yang diajukan akreditasi merupakan pelanggaran integritas akademik dan tidak ada tindakan koreksi atau retraksi oleh penerbit. | -10 |
| H.2 | Ketersediaan informasi dokumen Persetujuan Etik (Ethical Clearance) | a. | Artikel tidak mencantumkan nomor dan tahun diterbitkannya dokumen Ethical Clearance dari komite etik yang relevan atau pernyataan dari penulis tentang kepatuhan pada kelayakan etik, yang disetujui oleh Mitra Bestari dan/atau Tim Editor pada riset yang melibatkan manusia dan/atau hewan. | -3 |
